Senin, 19 November 2012

Indonesia Knowledge Forum 2012: Perekonomian Indonesia Sangat Menjanjikan


Optimisme para ekonom dan pelaku bisnis turut memicu bergairahnya perekonomian di dalam negeri sehingga melahirkan banyak peluang dan kesempatan baru.
Di sisi lain, pengetahuan dan wawasan menjadi aset penting bagi setiap individu maupun organisasi sebagai dasar dalam mengambil tindakan­-tindakan untuk meningkatkan kemampuan bersaing. Individu atau organisasi yang dapat memanfaatkan pengetahuan dengan tepat dan cepat akan memiliki keunggulan kompetitif.
Sejalan dengan usaha dan keyakinan pemerintah untuk menggerakkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sarana pertumbuhan ekonomi bangsa, dibutuhkan berbagai pengetahuan baru untuk mewujudkannya.
Melihat kondisi yang demikian dan adanya kebutuhan untuk berbagi pengetahuan, Yayasan Bakti BCA dari PT Bank Central Asia, Tbk melalui BCA Learning Service menyelenggarakan Indonesia Knowledge Forum 2012 Conference & Expo pada 27­28 September 2012 lalu. Forum tersebut dibuka secara resmi dengan pembacaan keynote speech dari Menristek Gusti Muhammad Hatta melalui sambutan tertulisnya.
Secara keseluruhan, forum tersebut dibagi menjadi 6 sesi, yaitu Economy & Finance, Leadership, Creativity & Innovation, Information & Technology, Marketing, dan HR & Training Development. Dalam sesi Economy & Finance, Head of Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan bahwa pertumbuhan perekonomian dan bisnis di Indonesia diperkirakan akan berada dalam fase ekspansi paling tidak hingga 2016, dan jika pemerintah mengambil kebijakan yang tepat, fase ekspansi dapat bertahan hingga 2019.
Purbaya mengungkapkan saat ini fase pertumbuhan Indonesia masih mengacu pada fase pertumbuhan perekonomian Amerika Serikat yang berada dalam siklus pertumbuhan setiap 7 tahun­ – 10 tahun sebelum mengalami masa resesi. “Kalau dilihat saat ini, Indonesia akan berada dalam fase ekspansi setidaknya hingga 2016, sejalan dengan Amerika Serikat. Saat ini fondasi perekonomian kita baik, rupiah juga terjaga baik, sehingga kalau pemimpin kita mengambil langkah yang tepat sebenarnya bisa ekspansi hingga 2016,” ujar Purbaya.
Menurutnya, rasio Leading Economic Index (LEI) Amerika Serikat telah mengalami penurunan sangat tajam pada Maret dan Juni 2009. Dengan demikian dipastikan saat ini Amerika Serikat berada dalam fase ekspansi setelah mengalami resesi sejak Desember 2007. Oleh karena itu, lanjut Purbaya, untuk menjaga pertumbuhannya Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan krisis yang terjadi di Amerika Serikat karena pemulihan masih berlanjut. Pemulihan perekonomian di Amerika Serikat juga terlihat dari pemberian stimulus tambahan likuiditas melalui quantitative easing oleh The Fed.
Purbaya optimistis fase ekspansi Indonesia juga akan didukung oleh perekonomian China yang diperkirakan tumbuh 8,2% pada tahun ini. Meski pertumbuhan tersebut melambat jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 9,2% tetapi tidak akan ada hard landing bagi pertmbuhan perekonomian China.
“China masih punya kekuatan. Perlambatan yang terjadi sebenarnya by design. Mereka menaikkan suku bunga agar ekonominya tidak kepanasan, tetapi mereka masih punay banyak ruang juga untuk menurunkan suku bunga. Selain itu cadangan devisa mereka juga besar,” jelasnya.
Hati-hati
Namun demikian, Purbaya menegaskan Indonesia harus sangat berhati­-hati dengan keadaan Eropa. Meski Indonesia ditopang oleh perekonomian domestik, tetapi memburuknya keadaan di Eropa dapat berimbas pada perekonomian nasional.
Ia memperkirakan sulit terjadi pemulihan perekonomian Eropa selama Jerman berkeras bahwa bank sentral tidak boleh memberi surat utang (bond) di pasar sekunder. Pemulihan ekonomi Eropa, jelasnya, hanya akan terjadi apabila bank sentral atau otoritas moneter dapat membeli surat utang sehingga terjadi menambah likuiditas di pasar.
Meski demikian, Purbaya yakin dalam fase ekspansi kali ini Indonesia berada dalam jalur yang tepat didorong oleh tingginya daya beli masyarakat, optimisme para pelaku bisnis, serta kondisi perbankan yang baik. “Kita [Indonesia] baru mulai ekspansi 1999, artinya kita masih punya waktu untuk ekspansi setidaknya sampai 2016. Suku bunga acuan juga saya perkirakan bertahan di level 5,75% sampai akhir 2013, artinya kita akan tumbuh dengan cepat,” terang Purbaya.
BCA Learning Service rutin mengadakan berbagai acara seminar dan forum diskusi di bidang Ekonomi sejak tahun 2003. Tahun ini, melalui pelaksanaan Indonesia Knowedge Forum 2012, BCA Learning Service menyajikan tidak hanya tema ekonomi, tetapi juga berbagai tema menarik lainnya. “IKF merupakan ajang berbagi pengetahuan dalam enam track session, yakni ekonomi dan keuangan, kepemimpinan, inovasi dan kreatifitas, teknologi informasi, pemasaran, dan human resource & training development,” papar General Manager BCA Learning Service Lena Setiawati.
Tidak hanya menghadirkan sesi­sesi menarik, di forum IKF digelar pula General Session untuk semua peserta yang menghadirkan Presiden Diektur GE Indonesia Handry Satriago. Konferensi yang terbuka untuk berbagai sektor industri ini diikuti oleh para eksekutif, profesional, pengusaha, akademisi, praktisi, BUMN, bankir, konsultan, hingga aparat pemda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar